Rabu, 29 Juni 2016

SEISMOLOGI

Mata kuliah     : Pengantar Geofisika
Dosen              : Ayusari Wahyuni S.si. M.Sc


MAKALAH
SEISMOLOGI




OLEH :

RISKA OKTAVIANI
(60400114025)



JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2016




Diagram


Pengertian Seismologi
Seismologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu seismos yang berarti getaran atau goncangan dan logos yang berarti risalah atau ilmu pengetahuan. Orang Yunani menyebut gempa bumi dengan kata-kata seismos tes ges yang berarti Bumi bergoncang atau bergetar. Dengan demikian, secara sederhana seismologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari fenomena getaran pada bumi, atau dengan kata sederhana, ilmu mengenai gempa bumi. Seismologi merupakan bagian dari ilmu geofisika. Gempa bumi besar yang terjadi pada tanggal 1 November 1755 di Lisboa, Portugal menghancurkan seluruh kota dan memicu tsunami besar, dapat dicatat sebagai tonggak awal pemicu perkembangan seismologi modern. Seismologi tidak hanya mempelajari gempa bumi. Eksplorasi hidrokarbon (minyak bumi dan gas) juga diawali oleh survey seismik. Untuk keperluan ini, pemicu getaran dibuat manusia (bukan gempa bumi) dengan menggunakan semacam dinamit, lalu getaran yang dapat diterima beberapa penerima (receiver) disusun sedemikian rupa sehingga catatan getaran tersebut dapat menggambarkan kondisi bawah tanah
                Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata-kata seismologi, gempa bumi, gelombang seismik, seismometer, dan seismogram. Memang semua memiliki hubungan yang erat, tetapi itu semua kata tersebut memiliki perbedaan arti pula. Kita mungkin sering salah menafsirkan arti dari kata-kata tersebut. Maka dari itu mari kita telaah apa arti dari semua kata tersebut.

Gambar 1 Seismometer (earthquake.usgs.gov/learn/glossary)

Gambar 2 Seismogram (earthquake.usgs.gov/learn/glossary)

Perkembangan seismologi

Seismologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gempa bumi dan struktur dalam bumi dengan menggunakan gelombang seismik yang dapat di timbulkan dari gempa bumi atau sumber lain. Pada hakikatnya seismologi lahir sejak manusia tertarik untuk mengkaji fenomena alam yang berupa gempa bumi. Dari rasa ketertarikan ini mereka berusaha untuk mengungkap tentang mengapa, bagaiman, maupun untuk apa gempa bumi itu terjadi. Seirang dengan tinggak peradaban ilmu, muncul kajian-kajian khusus tentang gempa bumi, seperti mekanisme terjadinya gempa bumi, dampak yang di timbulkan gempa bumi, perancangan alat perekam gempa bumi, diskripsi teoristik melaluai pemodelan, maupun pemanfaatan informasi yang di indikasikan oleh gempa bumi. Seismologi telah berkembang tidak hanya mempelajari tentang gempa bumi semata, tetapi mengkaji tentang gelombang-gelombang yang di bangkitkan oleh gempa bumi atau gempa buatan da n juga kajian tentang perameter-parameter yang dapat disimpulkan dari pelajaran gelombang-gelombang tersebut. Berdasrakan posisi sumber gempa terhadap lokasi seismograf, secara umum gempa bumi diklarifikasikan, menjadi dua katagori yaitu:
a.       Gempa bumi dekat atau local
Gempa lokal adalah gempa dengan jarak episenternya terhadap stasiun pencatat tidak melebihi dari beberapa ratus kilometer, sehingga kkelengkungan bumi dapat diabaikan, gempa lokal di manfaatkan untuk mengetahui struktur permukaan bumi termaksut di dalamnya adalah gempa buatan yabg dilakukan terhadap seismic eksplorasi.
b.      Gempa bumi jauh atau teleseimik
Telesesmik adalah gempa dengan jarak episenternya terhadap stasiun pencatat lebih dari 1000 kilometer katagori gempa ini memberikan peranan penting dalam penentuan struktur bagian dalam bumi, seperti yang di bahas dalam paper ini.

BEBERAPA ISTILAH DALAM SEISMOLOGI.
Ada beberapa istilah yang seting di gunakan dalam pembahasan seismologi, diantaranya:
1.      Hiposenter adalah puast gempa di dalam bumi yang biasa juga disebut titik fokus gempa .
2.      Episenter adalah proyeksi hiposentar kebidang permukaan bumi.
3.      Origin time atau waktu asal adalah waktu saat terjadadinya hiposenter.
4.      Travel time atau waktu tempuh adaah waktu yang dibutuhkan oleh gelombanng gempa untuk menjalar dari hiposenter ke waktu pencatat trevel time di tentukan dari waktu tiba (arival time) gelombang seismograf di kurangi dengan original time.
5.      Seismometer, seismograf dan seismogram
Seismometer adalah alat yang digunakan untuk merespon getaran tanah akibat gempa bumi. Seismograf adalah gabungan antara seismometer dan alat pereka. Seismogram adalah hasil rekaman seismograf.
Pembagian Seismologi
             Seismologi sendiri terbagi menjadi 4, yaitu :
a.       Seismologi Observasi
Pendektesian dan perekaman gempa-gempa yang terjadi di permukaan bumi. Mengkatalog gempa-gempa. Mengamati efek-efek dari gempa yang terjadi.
b.      Seismologi Teknik
Estimasi bencana seismik dan resikonya. Perancangan bangunan-bangunan tahan gempa.
c.       Seismologi Fisis
Studi tentang sifat-sifat interior bumi. Studi tentang karakteristik fisika dari sumber-sumber gempa.
d.      Seismologi Eksplorasi
Penerapan metode-metode seismik dalam pencarian sumber daya alam.
Aplikasi Seismologi
Seismologi yang merupakan ilmu yang mempelajari gelombang yang muncul dari aktivitas alami bumi ini bisa digunakan ke dalam berbagai aplikasi, antara lain:
1.      Mengetahui karakteristik lapisan bawah permukaan bumi
 llmuwan telah membagi beberapa jenis gelombang, yaitu gelombang permukaan (terdiri dari gelombang P dan S) dan gelombang badan (terdiri dari gelombang rayleigh, love). Tiap gelombang memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat diketahui fase-fase yang dilewati oleh gelombang, kemudian dapat diinterpretasikan untuk mengetahui karakteristik lapisan bawah permukaan bumi.

Gambar 3 Gelombang Badan dan Permukaan

Gambar 4 Fase-Fase yang Dilewati Gelombang Badan

2.      Mengetahui Mekanika Getaran Bumi
Aplikasi ini masih bisa dikembangkan ke dalam berbagai aplikasi. Dengan diketahuinya mekanika getaran bumi, gempa bumi bisa dipelajari hingga sampai pada hazard assessment-nya. Dengan seismologi, bahaya gempabumi dapat diperkirakan dan lokasi episenter (titik pusat gempa bumi pada permukaan yang diambil secara tegak lurus dari titik pusat gempa bumi pada kedalaman) dapat ditentukan dengan melihat karakteristik gelombang pada seismogram yang dicatat oleh seismograf dari hasil ukur alat seismometer. Lokasi episenter ditentukan dengan melihat selisih waktu tiba gelombang P dan S dan kemudian diproyeksikan ke dalam grafik.






Dunia Kerja Seismologi
Seismologi merupakan ilmu yang bermanfaat dan sangat diperlukan. Oleh karena itu, ahli seismologi dapat bekerja pada beberapa bidang, antara lain:
a.       Perusahaan riset, eksplorasi, teknik, dan lingkungan;
b.      Pemerintahan;
c.       Perusahaan minyak, gas, dan tambang;
d.      Perusahaan akuisisi dan pengolahan data geofisika;
e.       Instansi pendidikan;
f.       Organisasi riset.
Seismologi Eksplorasi
Disini kita akan membahas tentang dasar dasar dari seismologi eksplorasi, karena blog ini tentang geofisika. Dan saya ingin membahas tentang metode geofisika, yaitu metode seismik. Metode seismik sendiri dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan ‘sumber’ seismic (palu, ledakan, dll). Setelah usikan diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat ‘diperkirakan’ bentuk lapisan/struktur di dalam tanah.
Metode seismik di bagi menjadi dua, yaitu seismik refraksi (Bias) dan seismik refleksi (pantul). Survey refleksi memberikan data yang lebih akurat dan cakupan luasan yang besar sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena survey refleksi membutuhkan biaya lebih besar daripada survey refraksi, maka sebagai konsekuensinya survey refraksi lebih senang digunakan untuk lingkup sempit/kecil. Misalnya digunakan dalam mendukung analisis lingkungan atau geologi teknik. Sedangkan survey refleksi digunakan dalam eksplorasi minyak bumi.
Metode seismik refleksi merupakan metode geofisika yang umumnya dipakai untuk penyelidikan hidrokarbon. Biasanya metode seismik refleksi ini dipadukan dengan metode geofisika lainnya, misalnya metode grafitasi, magnetik, dan lain-lain. Namun metode seismik refleksi adalah yang paling mudah memberikan informasi paling akurat terhadap gambaran atau model geologi bawah permukaan dikarenakan data-data yang diperoleh labih akurat.
Dalam metode seismik sendiri alat-alat yang digunakan untuk surveynya terbagi menjadi 2 yaitu alat survey darat dan alat survey laut. Di survey darat alat-alat yang digunakan untuk membuat sumber seismik adalah palu seismik, ledakan, dan truk seismik. Sedangkan alat penerima gelombang seismiknya adalah geofon. Jika survey laut alat-alat untuk membuat sumber seismiknya adalah airgun yang dibawa oleh kapal dan penerima gelombangnya adalah hidrofon.


Gambar (3) Survey Seismic di Laut (surfrider.org)


Gambar (4) Survey Seismic di Darat (chevron.bg)



DAFTAR PUSTAKA



MEKANISME TERJADINYA GEMPA BUMI

Mata kuliah     : Pengantar Geofisika
Dosen              : Ayusari Wahyuni S.si. M.Sc


MAKALAH
MEKANISME TERJADINYA GEMPA BUMI




OLEH :

RISKA OKTAVIANI
(60400114025)



JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2016




Definisi gempa bumi 
Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
Gempa bumi terjadi setiap hari di bumi, namun kebanyakan kecil dan tidak menyebabkan kerusakan apa-apa. Gempa bumi kecil juga dapat mengiringi gempa bumi besar, dan dapat terjadi sesudah, sebelum, atau selepas gempa bumi besar tersebut. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat yang dinamakan Pengukur Richter. Gempa bumi dibagi ke dalam skala dari satu hingga sembilan berdasarkan ukurannya (skala Richter). Gempa bumi juga dapat diukur dengan menggunakan ukuran Skala Mercalli.
Gempa bumi merupakan salah satu jenis bencana alam yang secara terus menerus terjadi di bumi. Hanya saja, kita baru bisa merasakan getarannya apabila gempa tersebut terjadi di dekat permukaan bumi. Teknisnya, semua wilayah yang ada di bumi berpotensi mengalami gempa. Hanya saja, ada beberapa titik yang mengalami gempa dengan jumlah lebih jika dibandingkan dengan titik lainnya. Salah satu Negara yang sering mengalaminya adalah Jepang dan juga Indonesia. Di Indonesia sendiri, gempa bumiseolah telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Hal ini wajar mengingat Indonesia memang dilalui pegunungan Sirkum dan juga Mediterania yang menjadikannya titik potensial gempa bumi. Meski sering terjadi,namun bukan berarti semua orang di Indonesia memahami proses terjadinya gempa bumi. Anda termasuk di dalamnya? Jika iya, silahkan simak uraian berikut ini. 
Pada dasarnya, para ahli membagi proses terjadinya gempa bumi atau asal muasal gempa ke dalam dua kelompok besar yakni: 
1.      Teori Pergeseran Sesar
2.      Teori Kekenyalan Elastis atau elastic rebound theory.
Menurut para ahli, gempa yang banyak terjadi disebabkan oleh pergeseran lempengan sepanjang sesar dan terjadi secara tiba-tiba atau dikenal dengan istilah sudden slip. Hal ini terjadi pasa lapisan kerak bumi. Lebih lanjut para ahli berpendapat bahwa penyebab utama bencana gempa bumi prosesnya diawali dengan sebuah gaya pergerakan yang terdapay di titik interior bumi. Gaya ini dikenal juga dengan istilah gaya konveksi mantel. Proses gempa bumi ini dimulai dari gaya konveksi mantel yang kemudian menekan bagian kerak bumi yang dikenal juga dengan nama outer layer. Kerak ini memiliki sifat yang rapuh, dengan demikian saat ia tak lagi bisa menahan gaya konveksi mantel ini maka sebagai akibatnya sesar akan bergeser dan dirasakan manusia sebagai sebuah gempa. Proses gempa bumi yang satu ini masuk ke dalam jenis gempa tektonik. Tentu jika jenis gempanya vulkanik, buatan, tumbukan serta runtuhan, maka prosesnya akan berbeda.



Namun, menurut para ahli, dari semua total gempa yang terjadi di seluruh dunia, jenis gempa tektonik inilah yang mendominasi. Bahkan jenis gempa vulkanik sendiri pun hanya mencapai 7% dari semua total gempa yang terjadi. Proses terjadinya gempa vulkanik dimulai dari pergerakan material yang ada di dalam saluran fluida. Gerakan ini biasanya dirasakan sesaat sebelum sebuah gunung berapi meletus. Untuk jenis gempa buatan yang menggunakan dinamit misalnya, prosesnya terjadi lantaran ada tekanan yang bersumber dari dinamit tersebut. Ledakan dahsyat dari dinamit akan membuat wilayah target terguncang dan terjadilah gempa buatan. 
Sementara itu, proses terjadinya gempa bumi tumbukan selalu dimulai dari adanya benda luar angkasa yang berhasil sampai ke permukaan bumi. Benda ini datang dengan kecepatan luar biasa sehingga saat mencapai badan bumi, tekanan akan dirasasakan dalam bentuk gerakan atau getaran. Tingkatannya tergantung penuh pada kekuatan benda luar angkasa tersebut.
Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Kita semua tahu gempa bumi merupakan suatu bencana yang ada di indonesia. Kerusakan atau efek yang ditimbulkan sangatlah besar, seperti hancurnya beberapa bangunan sehingga menimbulkan beberapa korban jiwa. Tak hanya itu, gempa bumi juga menimbulkan efek psikis pada anak-anak ataupun masyarakat sekitar yang mengalami bencana alam ini. Akan timbul trauma-trauma yang akan menggangu masa depan mereka nantinya.
Bicara soal gempa bumi, kali ini kami akan membahas tentang penyebab terjadinya gempa bumi dan cara menanggulanginya. Tulisan ini sebagai rujukan kepada masyarakat bahwa bencana alam yang ada di sekitar kita tak bisa kita hentikan. Namun, ada baiknya jika kita mengindari bencana tersebut.
Penyebab terjadinya gempa bumi sangat bermacam-macam. Diantaranya terjadi akibat runtuhnya gua di dalam perut bumi, tabrakan atau Impact, peledakan gunung berapi dan kegiatan tektonik. Untuk penjelasannya, mari kita lihat satu-persatu.
a.       Runtuhnya Gua di dalam Bumi

Para ahli tempo dulu menyatakan bahwa, salah satu penyebab terjadinya gempa bumi adalah runtuhnya gua-gua besar yang terdapat di dalam perut bumi. Namun, ternyata dugaan itu seratus persen sama sekali tidak benar. Sebab, kejadian seperti itu tidak pernah terjadi. Andai saja jika terjadi keruntuhan di dalam perut bumi, maka hal itu hanya mungkin terjadi pada daerah Underground (pertambangan bawah tanah) atau penggalian batu kapur dan sejenisnya. Akan tetapi, keruntuhan tidak akan menyebabkan gempa bumi. Yang akan terjadi hanyalah timbulnya getaran-getaran bumi yang memiliki kekuatan Skala Ritcher kecil dan hanya menjangkau lingkungan setempat.
b.      Tabrakan atau Impack

bumiwww.thecosmosphere. com
Pada awalnya banyak orang yang percaya bahwa gempa bumi disebabkan oleh meteor yang jatuh ke bumi pada tahun 1908 di rusia. Meteor itu beralih dan jatuh ke bumi, mengakibatkan terjadinya lubang besar yang menyerupai sebuah kawah. Walaupun gelombang yang dihasilkan tercatat hingga ke kota london, Inggris. Namun, efek yang dihasilkan sama sekali tidak terekam oleh Seismograf (Alat pencatat getaran bumi). Kesimpulannya adalah, getaran yang dihasilkan oleh tabrakan meteor memiliki kekuatan yang sangat kecil. Sehingga tabrakan itu tidak akan bisa mengakibatkan gempa. Lagi pula, kejadian seperti ini sangatlah jarang ditemui.
c.       Aktifitas Gunung berapi (vulkanik)
iso.500px.com
Aktivitas gunung berapi merupakan salah satu penyebab terjadinya gempa bumi. Aktifitas ini juga biasa disebut sebagai gempa bumi vulkanik. Gempa bumi jenis ini terjadi sebelum hingga setelah peledakan suatu gunung berapi.
Salah satu penyebabnya adalah karena adanya persentuhan antara dinding gunung berapi dengan magma beserta gas yang memiliki tekanan yang kuat. Persentuhan ini terjadi ketika magma berpindah secara tiba-tiba, sehingga munculah suatu ledakan di dalam dapur magma. Sebenarnya gempa bumi vulkanik memiliki kedudukan yang lemah. Biasanya gempa bumi vulkanik hanya dirasakan oleh wilayah sekitar gunung berapi aktif saja. Dari seluruh gempa bumi yang ada di indonesia, hanya 7% yang masuk kedalam gempa bumi vulkanik. Walau demikian, kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi sangatlah besar. Sebab, gempa bumi vulkanik tak hanya menimbulkan getaran saja melainkan disertai dengan letusan gunung berapi. Bedasarkan posisi kegiatan magma, gempa bumi vulkanik dapat dibagi menjadi 4 yaitu :
·         Gempa bumi vulkanik dalam
·         Gempa bumi vulkanik dangkal
·         Gempa bumi ledakan
·         Getaran vulkanik atau tremor static.guim.co.uk
1.      Gempa bumi vulkanik dalam.
Gempa bumi vulkanik dalam adalah gempa bumi yang memiliki kedalaman sumber gempanya antara 2 hingga 30 kilometer. Gempa bumi jenis ini memiliki banyak kesamaan dengan gempa bumi tektonik, terutama pada bagian gempa susulannya (after shocks). Gempa ini terjadi pada saat-saat menjelang meletusnya gunung berapi, ini sebagai pertanda bahwa gunung berapi sudah mulai aktif.
2.      Gempa bumi vulkanik dangkal.
Gempa bumi ini memiliki sumber gempa yang dangkal. Sumber gempanya hanya memiliki kedalaman kurang dari 2 kilometer. Gempa bumi vulkanik dangkal terjadi sebelum hingga akhir dari letusan gunung itu sendiri.
3.      Gempa bumi ledakan.
Gempa bumi jenis ini muncul bersamaan dengan terjadinya ledakan suatu gunung berapi. Gempa ini memiliki sumber gempa yang sangat dangkal. Sumber gempanya hanya kurang dari 1 kilometer.
4.      Getaran vulkanik atau tremor.
Getaran vulkanik yang terjadi akan berjalan terus menerus sehingga menimbulkan suasana yang tidak tenang. Sumber gempanya terletak mulai dari kedalaman 30 kilometer hingga ke permukaan. Gempa bumi dangkal dan ledakan bila terjadi secara terus menerus bisa menimbulkan getaran vulkanik. Getaran vulkanik yang terjadi pada gunung berapi jenis batuan basalt, akan lebih kuat dikarenakan sifat batuannya yang sangat peka terhadap gelombang. Kegiatan Tektoniki.huffpost.-comPenyebab terjadinya gempa bumi yang menimbulkan efek serius pada manusia adalah kegiatan tektonik. 90%  gempa bumi yang ada terjadi karena kegiatan tektonik. Kegiatan tektonik adalah kegiatan pergerakan-pergerakan lempengan bumi. Pergerakan ini akan terus berlangsung dan memicu terjadinya proses pembentukan gunung. Gempa bumi terjadi akibat adanya pelepasan tenaga dari pergeseran lempengan bumi. Gempa bumi jenis ini memang unik karena penyebarannya mengikuti pola-pola dan aturan yang khusus.
Menurut lokasinya, gempa bumi dibedakan menjadi dua: gempa bumi daratan dan gempa bumi lautan.
a.       Gempa bumi daratan adalah gempa bumi yang episentrumnya berada di daratan
b.      Gempa bumi lautan adalah gempa bumi yang episentrumnya berada di lautan. Pada gempa lautan inilah yang kerap menimbulkan tsunami karena mengakibatkan bergeraknya air laut sehingga menimbulkan potensi ketinggian gelombang laut yang pada akhirnya menerjang pantai atau pelabuhan terdekat.
Kerusakan-kerusakan Yang Terjadi Akibat Gempa Bumi
Peristiwa-peristiwa bencana bumi selalu menimbulkan kerugian, baik berupa kerusakan infrastruktur, maupun korban jiwa. Dari catatan sejarah gempa bumi yang pernah terjadi di sleuruh dunia sejak 4.000 tahun yang lalu hingga kini, telah memakan korban jiwa lebih dari 13 juta orang. Sedangkan kerusakan-kerusakan yang umumnya terjadi sebagai gempa bumi antara lain :
a.       Kerusakan jalan karena terjadi keretakan, patah, terpotong, mengalami keamblasan, longsor dipinggir jalan, aspal terkelupas dan sebagainya.
b.      Kerusakan jembatan akibat terpotongnya konstruksi jembatan dengan jalan. Jalan yang menghubungkan jembatan mengalami ambles, konstruksi jembaran rusak (patah, bengkok, miring, putus), pondasi jembatan ambles kedalam tanah, dll.
c.       Kerusakan bangunan dipusat perekonomian dan pemerintahan sepertI perkotaan, pusat perdagangan dan perkantoran. Bangunan-bangunan hancur berantakan akibat guncangan gempa.
d.      Turun atau amblesnya permukaan tanah hingga mengakibatkan permukaan tanah tersebut lebih rendah dari permukaan air laut dan menjadi tergenang oleh air laut. Contoh fenomena ini adalah guncangan gempa bumi di pulau Nias pada tanggal 28 Maret 2005 yang menyebabkan Desa Bozihena turun kurang lebih dari 1 meter.
Selain kerusakan fisik dan banyaknya korban jiwa, pengaruh khusus lainnya yang merugikan sebagai akibat dari gempa bumi, antara lain :
a.       Menimbulkan dampak terhadap kesehatan umum : luka karena retak tulang merupakan masalah yang menyebar secara luas. Rusaknya kondisi-kondisi sanitas yang mengakibatkan terjadinya wabah penyakit.
b.      Tidak tersedianya cadangan air : kemungkinan terjadinya masalah serius yang disebabkan karena rusaknya sistem-sistem air, pencemaran air sumber mata air yang terbuka, dan perubahan skema air.
Faktor-fakor yang mempengaruhi Besarnya kerusakan dan Banyaknya Korban Akibat Gempa
Banyaknya korban jiwa yang diakibatkan gempa bumi terjadi karena pusatpusat kepadatan diperkotaan besar dan daerah industri. Kebanyakan terjadi akibat dari besarnya getaran yang menyebabkan runtuh Nya bangunan dengan struktur yang lemah.
Faktor lain yang mempengaruhi kerusakan akibat gempa adalah lokasi, misalnya longsoran, batuan/tanah yang mengembang, struktur geologi, goncangan air didanau/waduk, patahan dan likuifaksi. Gempa yang besar ini dapat menimbulkan terjadinya longsoran, retakan, patahan, likuifaksi, serta tsunami yang dahsyat pula dan banyak memakan korban. Disamping faktor-faktor yang disebutkan diatas, banyaknya kerusakan dan kerugian akibat gempa juga ditentukan oleh beberapa hal berikut ini :
a.       Skala atau magnitudo gempa.
b.      Durasi dan kekuatan getaran.
c.       Jarak dan sumber gempa terhadap perkotaan.
d.      Kedalaman sumber gempa.
e.       Kualitas tanah dan bangunan.
f.       Lokasi bangunan terhadap perbukitan dan pantai
Upaya Dalam Mitigasi Gempa Bumi
Untuk mengurangi dan meredam korban dan kerugian harta benda akibat fenomena alam yang berasal dari proses geologi yang menyebabkan terjadinya gempa bumi, perlu dilakukan upaya Mitigasi. Mitigasi adalah istilah gabungan yang digunakan untuk semua tindakan yang dilakukan sebelum munculnya suatu bencana (tindakan-tindakan pra-bencana) yang meliputi kesiapan, dan tindakan-tindakan pengurangan resiko.
Penanggulangan Sesudah Terjadi Bencana Gempa Bumi
Dalam tahapan penanggulangan bencana, pemulihan merupakan salah satu komponen penting setelah terjadinya bencana. Sesudah bencana terjadi, biasanya korban perlu ditangani dengan cepat. Tindakan-tindakan yang perlu dilakukan pada tahap pemulihan bencana gempa, adalah sebagai berikut :
·         Melakukan evakuasi dan mendirikan tenda-tenta pengungsian bagi korban.
·         Melakukan penyelamatan
·         Menyediakan bantuan medis
·         Menyediakan MCK, air minum dan makanan
·         Menyediakan pendidikan darurat
·         Melakukan upaya pemulihan psikologis para korban
·         Memperbaiki dan membanun kembali gedung, sarana dan failitas lainnya.
Ayat yang berhubungan dengan materi ini adalah quran surah Al Ankabut ayat 37
çnqç/¤x6sù ãMßgø?xyzr'sù èpxÿô_§9$# (#qßst7ô¹r'sù Îû öNÏdÍ#yŠ šúüÏJÏW»y_ ÇÌÐÈ  
Artinya : “ mereka mendustakannya (syu’aib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan ditempat-tempat tinggal mereka”.(Qs.Al Ankabut(29) : 37)





DAFTAR PUSTAKA